Asal-usul Danau Maninjau: Cerita Rakyat dari Sumatra Barat
Keterangan Bibliografi
| Penulis | : Agus Sri Danardana |
| Penulis 2 | : |
| Kontributor | : Gian Sugianto (ilustrator) |
| Penerbit | : BPPB Kemendikbud |
| Kota terbit | : Jakarta |
| Tahun terbit | : 2016 |
| ISBN | : 978-602-437-111-1 |
| Subyek | : cerita rakyat - Sumatera Barat |
| Klasifikasi | : 398. Agu a |
| Bahasa | : Indonesia |
| Edisi | : Cetakan Pertama |
| Halaman | : vi, 53 hlm.; 21 cm. |
| Pustaka Pilihan | : |
Jenis Koleksi Pustaka
E-Book
Kategori Pustaka
anak
Abstraksi
Konon, danau yang terletak di Kecamatan Tanjungraya, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatra Barat, itu dulunya berupa kawah gunung berapi. Gunung Tinjau namanya. Gunung itu berdampingan dengan dua gunung lainnya, yaitu Gunung Merapi dan Gunung Singgalang. Puncak Gunung Tinjau tidak tampak meruncing seperti Gunung Merapi dan Gunung Singgalang. Gunung Tinjau terlihat kekar dan tambun. Di puncaknya terdapat kawah yang mahaluas. Di sekitar kawah itu hampir tak ada tanaman tumbuh, kecuali perdu yang tumbuh di sela-sela bebatuan. Itu pun dapat dikatakan, hidup segan mati tak mau. Lalu, mengapa kawah Gunung Tinjau itu berubah menjadi danau? kawah itu berubah menjadi danau karena digunakan untuk menghukum sejoli, Siti Rasani dan Giran, yang tidak bersalah. Oleh Bujang Sembilan (sebutan sembilan kakak laki-laki Siti Rasani), sejoli itu dituduh telah melakukan perbuatan tercela. Bersama masyarakat, Bujang Sembilan membuang sejoli itu ke kawah Gunung Tinjau. Keajaiban pun terjadi. Kawah Gunung Tinjau tiba-tiba meluap, seolah murka. Lahar panasnya melahap segala rupa. Setelah reda, kawah itu mendingin, berubah menjadi danau yang sangat indah. Hingga kini pun, limpahan airnya menyinggahi lembah-lembah, menebar kesuburan. Ikannya terus membiak, menjadikan masyarakat bergizi. Itulah Danau Maninjau
Inventaris
| # | Inventaris | Dapat dipinjam | Status Ada |
| 1 | 690/L2/2026 | Ya |