Asal-usul Burung Hantu: Cerita Rakyat dari Kalimantan Barat
Keterangan Bibliografi
| Penulis | : Prima Duantika |
| Penulis 2 | : |
| Kontributor | : EorG (ilustrator) |
| Penerbit | : BPPB Kemendikbud |
| Kota terbit | : Jakarta |
| Tahun terbit | : 2016 |
| ISBN | : 978-602-437-157-9 |
| Subyek | : cerita rakyat - Kalimantan Barat |
| Klasifikasi | : 398. Pri a |
| Bahasa | : Indonesia |
| Edisi | : Cetakan Pertama |
| Halaman | : v, 61 hlm.; 21 cm. |
| Pustaka Pilihan | : |
Jenis Koleksi Pustaka
E-Book
Kategori Pustaka
anak
Abstraksi
Cerita rakyat dalam buku ini terbagi dalam Sembilan bagian. Yaitu: Sebuah kisah; Belajar bertanam; Kehilangan Ayah; Kutukan datang; Sebuah nama; Taruhan padi; Perempuan tua; Bertemu tikus; dan Buah Kebajikan dan doa ibu. Di dalam hutan belantara Kalimantan Barat hiduplah seorang ibu dan anak perempuan semata wayangnya yang bernama Dayu. Mereka hidup di pinggir sungai yang bernama Sungai Burung. Setelah ibunya meninggal, Dayu keluar dari desanya untuk mencari pengalaman hidup. Dayu kemudian bertemu Apu, dan keduanya menikah. Mereka memiliki dua anak: Dara Ranti dan Bujang Ampan. Karena tidak menuruti pesan ibunya, Dara ranti dikutuk ibunya menjadi burung. Dara Ranti yang telah menjadi burung sangat sedih, setiap hari dia menangis hingga matanya bengkak, kemudian terbang tinggi hingga sampai ke langit. Ia tiba di tempat yang sangat indah dan bertemu dengan sekelompok bidadari canrik rupawan. Melihat penampilan Dara Ranti yang matanya bengkak, bidadari mengatakan wajah dan suaranya menyeramkan seperti hantu. Sehingga ia dinamai Burung Hantu.
Inventaris
| # | Inventaris | Dapat dipinjam | Status Ada |
| 1 | 689/L2/2026 | Ya |