Ansuang Bakeng: Cerita Rakyat dari Sulawesi Utara
Keterangan Bibliografi
| Penulis | : Jeannie Lesawengan |
| Penulis 2 | : |
| Kontributor | : Pandu Dharma W. (ilustrator) |
| Penerbit | : BPBP Kemendikbud |
| Kota terbit | : Jakarta |
| Tahun terbit | : 2016 |
| ISBN | : 978-602-437-007-7 |
| Subyek | : cerita rakyat - Sulawesi Utara |
| Klasifikasi | : 398. Jea a |
| Bahasa | : Indonesia |
| Edisi | : Cetakan 1 |
| Halaman | : vii, 57 hlm.; 21 cm. |
Jenis Koleksi Pustaka
E-Book
Kategori Pustaka
anak remaja umum
Abstraksi
Cerita Ansuang Bakeng1 populer sebagai cerita rakyat yang mengisahkan terjadinya Gunung Awu di Sangihe, Sulawesi Utara. Dua raksadsa Ansuang Bakeng dan Ansuang Boki menculik Nabai. Pangewang dan Wanggaia, kakak Nabai mencoba menyelamatkan adiknya. Cerita ini berakhir dengan tewasnya kedua raksasa tersebut di bawah timbunan batu. Akan tetapi, setiap kali Gunung Awu meletus, warga Sangihe diingatkan kembali pada kisah ini. Awan panas yang ditimbulkan pada saat letusan layaknya hembusan napas kedua raksasa itu, sedangkan angin timur yang memukul balik awan panas itu dan membelokkannya ke arah yang tidak membahayakan penduduk sekitar gunung itu, layaknya Panggelawang dan Wanggaia yang duduk di pusaran angin ituCerita Ansuang Bakeng1 populer sebagai cerita rakyat yang mengisahkan terjadinya Gunung Awu di Sangihe, Sulawesi Utara. Dua raksadsa Ansuang Bakeng dan Ansuang Boki menculik Nabai. Pangewang dan Wanggaia, kakak Nabai mencoba menyelamatkan adiknya. Cerita ini berakhir dengan tewasnya kedua raksasa tersebut di bawah timbunan batu. Akan tetapi, setiap kali Gunung Awu meletus, warga Sangihe diingatkan kembali pada kisah ini. Awan panas yang ditimbulkan pada saat letusan layaknya hembusan napas kedua raksasa itu, sedangkan angin timur yang memukul balik awan panas itu dan membelokkannya ke arah yang tidak membahayakan penduduk sekitar gunung itu, layaknya Panggelawang dan Wanggaia yang duduk di pusaran angin itu
Inventaris
| # | Inventaris | Dapat dipinjam | Status Ada |
| 1 | 322/L2/2026 | Ya |