HUBUNGAN ANTARA RASIO NETROFIL LIMFOSIT DENGAN KEJADIAN APENDISITIS KOMPLIKATA DAN NON KOMPLIKATA: STUDI CROSS SECTIONAL DI RSUD BANTUL

Keterangan Bibliografi
Penulis : dr. BAMBANG SASANGKA, M.Sc., Sp.PK
Pembimbing : Legiman, M.Pd. dan Wendhi Prayitno, M.T.
Penerbit : BADAN KEPEGAWAIAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA KABUPATEN BANTUL
Kota terbit : Bantul
Tahun terbit : 2022
No.Diklat :
Subyek : ILMU KEDOKTERAN, ILMU PENGOBATAN
Klasifikasi : 616.34 Dr. h
Bahasa : Indonesia
Edisi : Cetakan 1
Halaman : 19 Halaman
Kata Kunci : RNL, rasio netrofil limfosit, apendisitis non komplikata, apendisitis komplikata, negatif apendektomi
Sumber Perolehan : BKPSDM Bantul
Jenis Koleksi Pustaka

E-Diklat

Kategori Pustaka

Kajian dan Karya Ilmiah

Abstraksi

Apendisitis merupakan penyakit infeksi abdomen yang banyak terjadi. Tanpa penanganan yang tepat dapat menyebabkan kegawat daruratan abdomen. Apendektomi yang merupakan terapi pilihan, memiliki rasio negatif apendektomi yang cukup tinggi. Rasio netrofil limfosit (RNL) merupakan prediktor inflamasi dan marker yang berguna untuk mendukung diagnostik pre operatif apendisitis akut. Penelitian dilakukan di RSUD Panembahan Senopati Bantul, mendapatkan 43 subjek penelitian. Subjek dikelompokan menjadi dua: apendisitis non komplikata dan apendisitis komplikata, berdasar temuan dokter bedah selama apendektomi dan hasil pemeriksaan jaringan patologi anatomi. Nilai RNL didapatkan dari data laboratorium, meliputi persentase netrofil dan persentase limfosit. Jumlah apendisitis non komplikata dan komplikata berturutan 53% dan 46,5%, dengan jumlah laki-laki lebih banyak dibanding wanita. RNL > 5 ditemukan sejumlah 30,2% sedang RNL ≤ 5 sejumlah 69,8%. Secara statistik terdapat perbedaan bermakna (P : 0,018) antara apendisitis komplikata dan apendisitis non komplikata pada cut off RNL > 5.

Inventaris
# Inventaris Dapat dipinjam Status Ada