Segara Anakan Tragedi Laguna Terluas di Jawa
Keterangan Bibliografi
Pengarang | : UNGGUL, Wibowo |
Pengarang 2 | : |
Kontributor | : - |
Penerbit | : Mitra Gama Widya |
Kota terbit | : Yogyakarta |
Tahun terbit | : 2003 |
ISBN | : 979-507-331-1 |
Subyek | : kawasan indonesia |
Klasifikasi | : 959.8 UNG s |
Bahasa | : Indonesia |
Edisi | : ed.1;cet.1 |
Halaman | : 375 hln;20cm |
Keyword | : |
Lokasi | : |
Jenis Koleksi Pustaka
Buku
Kategori Pustaka
Tidak ada kategori
Abstraksi
M. Unggul Wibowo. Segara Anakan: Tragedi Laguna Terluas di Jawa. Yogyakarta: Mitra Gama Widya, 2003. Klasifikasi: 959.8 8 Ung S. Subjek: kawasan Indonesia. Buku ISBN: 979-507-331-1
Segara Anakan adalah sajak kehidupan. Segara Anakan dulu menyandang predikat sebagai laguna terluas di Pulau Jawa, selain itu memiliki keindahan , keunikan dan kekayaan yang banyak membuat kagum para pecinta lingkungan. Nama Segara Anakan sebenarnya telah disebutkan dalam naskah Bhujangga Manik yang ditulis sekitar tahun 1500, dalam Perjanjian Tapal Batas Baru antara wilayah VOC dengan Kerajaan Mataram yang ditandatangi pada tahun 1705 di Kartasura. Laguna Segara Anakan merupakan laguna terluas di Pulau Jawa, bahkan konon termasuk salah satu laguna terbesar di dunia.Laguna Segara Anakan terletak di perbatasan Kabupaten Cilacap (Jawa Tengah) dengan Kabupaten Ciamis (Jawa Barat). Luas laguna Segara Anakan sekitar 22.322 hektare, laguna ini merupakan muara dari Sungai Citanduy, Kayu Mati, Cikujang, Cihaur dan Cibeureum di bagian barat. Di bagian Timur ada Sungai Penikel, Cikonde, Ujung Alang, Dongal dan Kembang Kuning. Air tawar yang berasal dari sungai semua masuk ke laguna dan berampur dengan air laut sehingga menjadi air payau. Selama ribuan tahun kawasan ini membentuk ekosistem dengan ciri-ciri unik yaitu ekosistem mangrove. Namun saat ini Laguna Segara Anakan sudah banyak berubah, terjadinya pendangkalan dan penyempitan yang berlangsung cepat membuat menjadi daratan seperti yang telah diramalkan oleh leluhur masyarakat Kampung Laut.Hilangnya laguna Segara Anakan dapat dipastikan merugikan banyak pihak seperti nelayan yang akan kehilangan mata pencahariannya karena terjadi migrasi ikan besar-besaran dari habitatnya selama ini; bagi lembaga penelitian dan perguruan tinggi yang menjadikan laguna sebagai objek penelitian. Bahkan pemerintah menjajaki kemungkinan dijadikannya kawasan tersebut sebagai laboratorium tropis dan kelautan internasional.
Inventaris
# | Inventaris | Perpustakaan | Dapat dipinjam | Status Ada |
1 | 21057/P1/2014 | Kantor Pusat | Ya | |
2 | 21058/P1/2014 | Kantor Pusat | Ya | |
3 | 21059/P1/M/2014 | Kantor Pusat | Ya | |
4 | 21060/P1/M/2014 | Kantor Pusat | Ya |