Ki Hajar Dewantara : bapak Pendidikan Indonesia

Keterangan Bibliografi
Pengarang : HARDJANA HP
Pengarang 2 :
Kontributor :
Penerbit : Grasindo
Kota terbit : Jakarta
Tahun terbit : 2002
ISBN : 979-695-870-8
Subyek : Pahlawan Nasional
Klasifikasi : 920 HAR k
Bahasa : Indonesia
Edisi : Cet. 1
Halaman : 28 hlm.; 21 cm
Keyword : Pahlawan Nasional
Lokasi :
Jenis Koleksi Pustaka

Buku

Kategori Pustaka

Tidak ada kategori

Abstraksi

Hardjana HP. Ki Hajar Dewantara : Bapak Pendidikan Indonesia. Jakarta: Grasindo, 2002. Klasifikasi: 920 Har K1. Subjek: pahlawan nasional. buku. ISBN 979-695-870-8

Ki Hajar Dewantara semasa kecil bernama Raden Mas Suwardi Suryaningrat, lahir di Yogyakarta tanggal 2 Mei 1889. Ayahnya bernama Pangeran Suryaningrat, putra sulung Adipati Paku ALam III dan ibunya seorang putri kraton Togyakarta yang mewarisi darah seorang wali, Sunan Kalijaga. Pada masa kecilnya Suwardi adalah orang yang rendah hati dan bersahaja, walupun tergolong anak yang keras hati dan nakal tetapi kenakalan biasa anak-anak. Beliau sekolah di ELS, sekolah anak-anak orang Belanda dan anak priyayi, kemudian melanjutkan di STOVIA (sekolah dokter Jawa di Batavia Jakarta). Setelah dari STOVIA karena sempat berhenti tidak sekolah, Suwardi berpindah-pindah kerja mulai di pabrik gula, apotek hingga pada akhirnya membantu menulis karangan untuk beberapa surat kabar. Bekerja di Surat Kabar bagi Suwardi merupakan tempat yang paling tepat untuk mengeluarkan isi hatinya yaitu cita-cita untuk kebebasan dan kemerdekaan bangsanya. Tahun 1912, bersama Dr. Cipto Mangunkusumo dan Douwes Dekker mendirikan sebuah partai yang disebut Indische Partij. Partai ini bertujuan untuk mencapai Indonesia Merdeka dengan semboyan yang terkenal rawe-rawe rantas, malang-malang putung artinya dengan keteguhan tekad dan iman segala rintangan akan hancur musnah. Tahun 1913 Ketiga tokon ini dibuang ke Belanda akibat kecaman, sindiran dan kritikannya terhadap pemerintah Belanda. Setelah diasingkan di Belanda dan kembali ke tanah air, pada tahun1922 Suwardi mendirikan sebuah perguruan yang kemudian dikenal sebagai Perguruan Taman Siswa. Namun rupanya dengan adanya perguruan ini menjadikan Pemerintah Belanda menjadi cemas karena ajaran Ki Hajar Dewantara dianggap berbahaya . Ajaran yang sangat terkenal yaitu ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani.

Inventaris
# Inventaris Perpustakaan Dapat dipinjam Status Ada
1 3728/H1/2009 Kantor Pusat Ya
2 3729/H1/2009 Kantor Pusat Ya
3 3730/H1/2009 Kantor Pusat Ya